Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan (skripsi dan tesis)

Dalam suatu organisasi tidak dapat dilepaskan dengan seorang pemimpin.
Seorang pemimpin pasti memiliki suatu hal yang istimewa dibandingkan dengan
anggota yang lain yang ada pada organisasi itu. Kelebihan-kelebihan inilah yang
kemudian menjadi suatu penilaian dari para anggotanya. Tidak semua orang
memiliki kelebihan-kelebihan itu karena ia tidak dapat dibeli melainkan dari
pendidikan dan pengalaman.
Rivai (2014: 2) mendefenisikan bahwa:
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan
kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidang sehingga
dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau
beberapa tujuan.1
Menurut Winardi dalam Rivai (2014: 265) yang dimaksud dengan
pemimpin adalah “seorang yang karena kecakapan-kecakapan pribadinya dengan
atau tanpa pengangkatan resmi dapat memengaruhi kelompok yang dipimpinnya
untuk mengerahkan upaya bersama kearah pencapaian sasaran-sasaran tertentu”.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi bawahan/rang lain, kemampuan untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain, dan
kemampuan untuk mencapai tujuan/ sasaran organisasi.
George R. Terry dalam Sutarto (1991: 17) mendefinisikan bahwa: “kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri orang seorang atau
pemimpin, mempengaruhi orang-orang lain untuk bekerjasama secara sadar dalam
hubungan tugas untuk mencapai yang diinginkan pemimpin.3 ”Yukl dalam Choliq
(2014: 193) menyebut bahwa “kepemimpinan adalah perilaku individu yang
memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai
bersama”.4 Disisi lain Koontz dan O’Donnell dalam Moeheriono (2012: 381)
mendefinisikan “kepemimpinan adalah seni membujuk bawahan untuk
menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan mereka dengan semangat keyakinan”.5
Chester I. Barnard dalam Siswanto (2005: 154) berpendapat bahwa
kepemimpinan memiliki dua aspek.
Pertama adalah kelebihan individual teknik kepemimpinan. Seseorang
yang memiliki kondisi fisik yang baik, memiliki keterampilan yang
tinggi, menguasai teknologi, memiliki persepsi yang tepat, memiliki
pengetahuan yang luas, memiliki ingatan yang baik, serta imajinasi yang
meyakinkan akan mampu memimpin bawahan. Kedua adalah
keunggulan pribadi dalam hal ketegasan, keuletan, kesadaran, dan
keberhasilan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
kepemimpinan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seorang pemimpin
untuk mempengaruhi orang lain (bawahan) agar mau bekerja sama guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan-kegiatan dalam suatu kepemimpinan
mencakup pemberian dorongan, motivasi, dan pengarahan terhadap bawahan
untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Sehingga komponen- komponen yang ada dalam suatu kepemimpinan, yakni: a) Perilaku (aktivitas)
pemimpin, b) Hubungan kekuasan dengan anggota, c) Interaksi, d) Inisiatif dalam
mempengaruhi orang lain