Pengertian Gaya Kepemimpinan (skripsi dan tesis)

Gaya kepemimpinan merupakan cara yang digunakan seorang
pemimpin untuk mempengaruhi perilaku bawahannya dimana gaya
kepemimpinan ini bertujuan untuk membimbing serta memotivasi
karyawan sehingga diharapkan akan menghasilkan produktivitas yang
tinggi. Gaya kepemimpinan (leadership style) seorang pemimpin akan
sangat berpengaruh pada kinerja karyawan atau bawahan. Pemimpin
harus dapat memilih gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi yang
ada, jika gaya kepemimpinan yang diterapkan benar dan tepat maka
akan dapat mengarahkan pencapaian tujuan organisasi maupun
perorangan. Sebaliknya jika gaya kepemimpinan yang dipilih salah
dan tidak sesuai dengan situasi yang ada maka akan dapat
mengakibatkan sulitnya pencapaian tujuan organisasi.
Menurut Davis dan Newstrom (1995) “Gaya kepemimpinan
merupakan pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang
dipersepsikan para pegawainya. Gaya kepemimpinan mewakili
filsafat, keterampilan, dan sikap pemimpin. Gaya kepemimpinan
tersebut berbeda-beda atas dasar motivasi, kuasa atau orientasi
terhadap tugas dan orang. Meskipun gaya itu secara berbeda-beda
terhadap berbagai pegawai, masing-masing gaya dibahas secara
terpisah untuk menyoroti perbedaannya.”
Kartono (2008:34) menyatakan gaya kepemimpinan adalah
sifat, kebiasaan, tempramen, watak dan kepribadian yang
membedakan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang
lain. Thoha (2010:49) mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan
merupakan norma prilaku yang digunakan oleh seseorang pada saaat
orang tersebut mencoba mempengaruhi prilaku orang lain atau
bawahan. Menurut Herujito (2006:188) mengartikan gaya
kepemimpinan bukan bakat, oleh karena itu gaya kepemimpinan
dipelajari dan dipraktekan dalam penerapannya harus sesuai dengan
situasi yang dihadapi. Sedangkan menurut Supardo (2006:4),
mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu cara dan
porses kompleks dimana seseorang mempengaruhi orang-orang lain
untuk mencapai suatu misi, tugas atau suatu sasaran dan mengarahkan
Instansi dengan cara yang lebih masuk akal.
Handoko (2001) mengemukakan tiga implikasi penting dari
definisi kepemimpinan yakni :
1. Kepemimpinan menyangkut orang lain, bawahan atau pengikut.
Pemimpin mengatur bawahan dengan memberikan pengarahanpengarahan dan motivasi kerja sehingga para karyawan dapat
bekerjasama dengan atasan untuk mewujudkan tujuan bersama.
Kesediaan para karyawan dalam menerima perintah dan
16
pengarahan dari pimpinan dipengaruhi berdasarkan seberapa
besar kedekatan antara karyawan dan pemimpin dimana
karyawan membantu pemimpin dalam proses pengambilan
keputusan meskipun pengambilan keputusan sendiri ditentukan
oleh pemimpin dan membantu proses kepemimpinan dapat
berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki.
2. Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang
tidak seimbang antara para pemimpin dan karyawan. Pemimpin
mempunyai wewenang utuk mengarahkan dan dalam
pengambilan keputusan keputusan terletak di tangan pemimpin
sehingga karyawan tidak memiliki peranan di dalam menentukan
kebijakan yang ada. Para karyawan tidak dapat memberikan ide
atau gagasannya dalam proses pengambilan keputusan secara
langsung.
3. Kepemimpinan menyangkut pengaruh terhadap anggota
kelompok. Pemimpin tidak hanya dapat memberikan perintah
kepada para karyawan tetapi juga pemimpin harus dapat
melaksanakan perintahnya. Seorang pemimpin sangat
berpengaruh di dalam organisasi, begitu juga karyawan. Jika di
dalam organisasi tidak ada salah satu dari pelaksana organisasi,
maka dapat di pastikan organisasi tersebut tidak akan dapat
berjalan sesuai tujuan yang di tentukan. Karyawan diberikan
kebebasan dalam pengambilan keputusan dengan pemimpin
sebagai pengawasnya agar para karywan dapat lebih bertanggung
jawab atas keputusan yang ada.
Dari ketiga implikasi tersebut diatas, Handoko (2001) menyimpulkan
bahwa terdapat tiga gaya kepemimpinan yang umumnya di pakai
dalam organisasi yaitu: Gaya Kepemimpinan Demokratis, Gaya
Kepemimpinan Otoriter dan Gaya Kepemimpinan Bebas.