Pengertian Gaya Kepemimpinan Demokratis (skripsi dan tesis)

Pemimpin sering disebut sebagai penghulu, pemuka, pelopor,
pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala,
penuntun, dan sebagainya. Menurut Siagian (2002:62), pemimpin
merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain.
Dalam hal ini mempengaruhi para bawahannya sedemikian rupa
sehingga orang lain mau melakukan kehendak pemimpin meskipun
secara pribadi hal itu tidak disenanginya, sedangkan Robbins
(2003:163) mengungkapkan kepemimpinan merupakan kemampuan
mempengaruhi suatu kelompok kearah pencapaian tujuan.
Winardi (2000:78) mengemukakan gaya kepemimpinan
demokratis adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis, dan terarah.
Kegiatan pengendalian dilaksanakan secara tertib dan
bertanggungjawab. Pembagian tugas yang disertai pelimpahan
wewenang dan tanggungjawab yang jelas, memungkinkan setiap
anggota berpartisipasi secara aktif. Dengan kata lain, setiap anggota
mengetahui secara pasti sumbangan yang dapat diberikannya untuk
mencapai tujuan kelompok atau organisasinya. Selain itu dapat
diketahui bagaimana melaksanakannya secara efektif dan efisien.
Menurut Robbins (2003:167) gaya kepemimpinan demokratis
menggambarkan pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan
dalam mengambil keputusan, mendelegasikan wewenang, mendorong
partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja, dan
menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan