Ketidakpuasan Kerja Karyawan (skripsi dan tesis)

Ketidakpuasan karyawan dapat dinyatakan dengan sejumlah
cara. Misalnya, berhenti, karyawan dapat mengeluh, tidak patuh,
mencuri milik organisasi, atau mengelakkan sebagian dari tanggung
jawab kerja mereka. Robbins dan Judge dalam Wibowo (2012: 515-
516) menunjukkan empat respon atau tanggapan yang berbeda satu
sama lain, yang dapat didefinisikan sebagai berikut:
a. Exit (keluar)
Ketidakpuasan ditunjukkan melalui perilaku diarahkan pada
meninggalkan organisasi, termasuk mencari posisi baru atau
mengundurkan diri.
b. Voice (suara)
Ketidakpuasan ditunjukkan melalui usaha secara aktif dan
konstuktif untuk memperbaiki keadaan, termasuk menyarankan
perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasan, dan berbagai
bentuk cara lainnya.
c. Loyalty (kesetiaan)
Ketidakpuasan ditunjukkan secara pasif, tetapi dengan menunggu
secara optimistik hingga membaiknya kondisi, termasuk dengan
berbicara bagi organisasi dihadapan kritik luar dan mempercayai
organisasi dan manajemennya untuk melakukan hal yang terbaik
dan tepat.
d. Neglect (pengabaian)
Ketidakpuasan ditunjukkan dengan membiarkan kondisi
memburuk, termasuk keterlambatan atau tingkat absen yang
tinggi, mengurangi usaha dan meningkatkan tingkat kesalahan.