Gaya Kepemimpinan Demokratis (skripsi dan tesis)

Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu
struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan
pengambilan keputusan yang kooperatif yang artinya atasan
menolak segala bentuk persaingan dan atasan dapat bekerjasama
dengan karyawan dalam mengambil keputusan. Dibawah
kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi,
dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat
mengarahkan diri sendiri. Kepemimpinan demokratis ialah
kepemimpinan yang aktif, dinamis dan terarah. Aktif dalam
menggerakkan dan memotivasi (Rivai, 2010).
Seorang pemimpin yang memiliki karakteristik gaya
kepemimpinan demokratis selalu akan memotivasi para karyawan
untuk dapat meningkatkan kinerja dari karyawan tersebut.
Dinamis dalam mengembangkan dan memajukan organisasi.
Terarah pada tujuan bersama yang jelas. Pada gaya kepemimpinan
ini memungkinkan setiap anggota untuk berpartisipasi secara aktif
dalam pertukaran pendapat, gagasan dan pandangan untuk dapat
memecahkan suatu permasalahan yang terjadi pada organisasi.
Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin mengutamakan
hubungan antar manusia yaitu hubungan antara bawahan dan
atasan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas
pegawai dengan sering mendorong bawahan untuk ikut andil
dalam menentukan pengambilan keputusan yang tepat.
Penerapan gaya kepemimpinan demokratis ini dapat
mempererat hubungan antar atasan dan bawahan, tumbuhnya rasa
saling memiliki dan terbinanya moral yang tinggi. Selain itu dalam
gaya kepemimpinan ini komunikasi dan koordinasi sangatlah
penting untuk dapat menentukan sebuah keputusan. Pada gaya
kepemimpinan demokratis ini proses pengambilan keputusan
membutuhkan waktu yang relatif lama karena harus menentukan
titik temu dari ide atau gagasan yang di ajukan dan diperlukan
adanya toleransi yang tinggi agar tidak terjadi perselisih
pemahaman