Gaya Kepemimpinan Bebas (Laissez faire) (skripsi dan tesis)

Gaya kepemimpinan bebas (Laissez faire) adalah cara seorang
pimpinan dalam menghadapi bawahannya dengan memakai
metode pemberian keleluasaan pada bawahan. Pada gaya
kepemimpinan bebas ini pemimpin memberikan kebebasan secara
mutlak kepada bawahannya sedangkan pemimpin sendiri hanya
memainkan peranan kecil, pemimpin memfungsikan dirinya
sebagai penasihat yang dilakukan dengan memberi kesempatan
berkompromi atau bertanya bagi anggota kelompok yang
memerlukan. Bawahan memiliki kebebasan penuh untuk proses
pengambilan keputusan dan meneyelesaikan pekerjaan dengan
cara yang menurut karyawan paling sesuai dengan partisipasi
minimal dari pemimpin. Pemimpin tidak pernah melakukan
pengawasan terhadap sikap, tingkah laku perbuatan dan kegiatan
bawahan karena pemimpin telah percaya dan menyerahkan
sepenuhnya wewenang kepada bawahan sehingga pemimpin tidak
mengambil andil dalam proses kepemimpinannya.
Gaya kepemimpinan ini dapat mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan karyawan dalam pengambilan
keputusan yang tepat serta kreativitas untuk memecahkan suatu
permasalahan. Dengan adanya kepemimpinan yang bebas ini para
karyawan dapat menunjukkan persoalan yang dianggap penting di
dalam organisasi dan tidak selalu bergantung pada atasan. Gaya
kepemimpinan ini juga memiliki sisi negatif yaitu, jika karyawan
terlalu bebas tanpa ada pengawasan yang kuat dari atasan, ada
kemungkinan penyimpangan dari peraturan dan prosedur yang ada
dapat terjadi. Pengambilan keputusan yang dapat memakan
banyak waktu bila karyawan kurang berpengalaman dan dapat
terjadi salah tindak.