Fungsi dan Karakteristik Budaya Organisasi (skripsi dan tesis)

Fungsi budaya yang lainnya pada organisasi, menurut Tika (2006)
yaitu sebagai pola perilaku, yang berisi norma tingkah laku dan
menggariskan batas-batas toleransi sosial dan juga sebagai alat komunikasi
antara atasan dan bawahan maupun sebaliknya. Budaya organisasi dapat
diukur melalui karakteristik-karakteristik yang nampak dalam sebuah
organisasi. Robbins (2006) memberikan karakteristik budaya organisasi
sebagai berikut:
a. Inovasi dan keberanian mengambil resiko (Inovation and risk
taking), adalah sejauh mana organisasi mendorong para karyawan
bersikap inovatif dan berani mengambil resiko.
b. Perhatian terhadap detil (Attention to detail), adalah sejauh mana
organisasi mengharapkan karyawan memperlihatkan kecermatan,
analisis, dan perhatian terhadap rincian.
c. Berorientasi kepada hasil (Outcome orientation), adalah sejauh
mana manajemen memusatkan perhatian pada hasil dibandingkan
perhatian pada teknik dan proses yang digunakan untuk meraih
hasil tersebut.
d. Berorientasi kepada manusia (People orientation), adalah sejauh
mana keputusan manajemen memperhitungkan efek hasil-hasil
pada orang-orang didalam organisasi.
e. Berorientasi tim (Team orientation), adalah sejauh mana kegiatan
kerja diorganisasikan sekitar tim-tim hanya pada individuindividu untuk mendukung kerjasama.
f. Agresifitas (Aggressiveness), adalah sejauh mana orang-orang
dalam organisasi itu agresif dan kompetitif untuk menjalankan
budaya organisasi sebaik-baiknya.
g. Stabilitas (Stability), adalah sejauh mana kegiatan organisasi
menekankan status quo sebagai kontras dari pertumbuhan.
Miller (1987), yang menyebutkan bahwa ada delapan nilai yang
menjadi karakteristik budaya perusahaan, yaitu:
a. Asas Tujuan, yaitu seberapa jauh karyawan memahami tujuan
yang hendak dicapai perusahaan.
b. Asas Konsensus, yaitu seberapa jauh perusahaan memberi
kesempatan kepada karyawan untuk turut serta dalam proses
pengambilan keputusan.
c. Asas Keunggulan, yaitu seberapa besar kemampuan perusahaan
menumbuhkan sikap untuk selalu menjadi yang terbaik dan
berprestasi lebih baik dari yang sudah dilakukan.
d. Asas Kesatuan, yaitu suatu sikap perusahaan tentang keadilan dan
pemihakan terhadap karyawan dan kelompok karyawan.
e. Asas Prestasi, yaitu sikap perusahaan terhadap prestasi
karyawannya.
f. Asas Empirik, yaitu sejauh mana perusahaan mau menggunakan
bukti-bukti empirik dalam pengambilan keputusan.
g. Asas Keakraban, yaitu kondisi pergaulan sosial antar karyawan
dalam perusahaan.
h. Asas Integritas, yaitu sejauh mana perusahaan mau bekerja
dengan sunguh-sungguh dalam mencapai tujuan perusahaan