Teori Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Pada umumnya terdapat banyak teori yang membahas
masalah kepuasan kerja sesorang dalam bekerja teori-teori tentang
kepuasan kerja sebagai berikut.Ada tiga macam yang lazim
dikenal, yaitu teori perbedaan atau (discrepancy theory) teori
keseimbangan atau (equity theory) dan Teory Pengharapan
(Ecpentancy Theory).
a. Teori Perbedaan (Discrepancy Theory)
Teori ini pertama kali dipelopori oleh Proter dan ia
bependapat bahwa mengukur kepuasan kerja dapat dilakukan
dengan cara menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan
kenyataan yang ia dirasakan karyawan. Locke mengemukan bahwa
kepuasan kerja karyawan tergantung pada perbedaan antara apa
yang didapatkan dan apa yang diharapkan ssuai dengan hasil
kerjanya. Apabila yang didapat karyawan ternyata lebih besar dari
pada apa yang diharapkan maka karyawan tersebut menjadi puas.
Sebaliknya, apabila yang didapatkkan karyawan lebih rendah akan
menyebabkan karyawan tidak puas.
b. Keseimbangan Teory (Equity Theory)
Teori ini dikembangkan oleh Adams. Adapun pendahulu
dari teori ini adalah Zalezenik.Prinsip dari teori ini adalah bahwa
orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung apakah ia
merasakan adanya keadilan (equity) atau tidak atas situasi.
Perasaan equity dan inequity atas suatu situasi, diperoleh orang
dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang
sekelas, sekantor maupun ditempat lain.
c. Teory Pengharapan (Ecpentancy Theory)
Teori pengharapan dikembangkan oleh Vroom. Kemudian
diperluas oleh Porter dan Lawler. Vroom menjelaskan bahwa
motivasi merupakan suatu produk dari bagaimana seseorang
menginginkan sesuatu, dan penaksiran seseorang
memungkinkanaksi tertentu yang akan menuntunnya Pernyataan di
atas berhubungan dengan rumus di bawah ini, yaitu:
Valensi X Harapan = Motivasi
Keterangan dari Valensi,Harapan dan Motivasi :
a. Valensi merupakan suatu kekutan seseorang untuk mencapai apa
yang diinginkan
b. Harapan merupakan seseorang ingin mencapai Sesuatu dengan aksi
tertentu
c. Motivasi merupakan suatu dorongan mempunyai arah tujuan yang
ingin dicapai dan yang diharapkan.
Menurut noe et al. 2011 dalam (kristianto 2013). Mendefinisikan
bahwa kepuasan kerja sebagai perasaan akibat persepsi bahwa
pekerjaan seseorang memenuhi atau memungkinkan terpenuhinya
nilai-nilai kerja kepentingan bagi orang itu definisi ini
merefleksikan bahwa tiga aspek pentingnya yaitu :
1. Kepuasan kerja merupakan fungsi nilai yang didefinisikan
sebagai apa yang diinginkan atau diproleh seseorang baik
sadar maupun tidak sadar.
2. Beragam karyawan memiliki pandangan yang berbeda
menyangkut nilai-nilai yang dirasa penting dan dirasa sangat
berpengaruh terhadap penentuan sikap dan derajat pada
kepuasan mereka.
3. Persepsi individu bisa saja bukan merupakam refleksi dan
beragam orang yang bisa memandang situasi yang sama
secara berbeda-beda.