Etika Kerja memoderasi pengaruh terhadap keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap kepuasan kerja (skripsi dan tesis)

Penelitian mengenai etika kerja dalam memoderasi variabel keadilan
terhadap kepuasan kerja masih sedikit dilakukan. Untuk itu peneliti
mencoba menelaah bagaimana peran etika kerja dalam memoderasi
pengaruh keadilan terhadap kepuasan kerja pegawai. Dalam suatu
organisasi, seseorang menilai keadilan dengan cara membandingkan
kondisi mereka dengan kondisi orang lain yaitu membandingkan rasio
outcome yang diterima (gaji, benefit, dan lingkungan kerja) dan input yang
diberikannya (usaha, kemampuan dan pengalaman) dengan rasio serupa
dari orang lain. Dan apabila seorang pegawai mempersepsikan sesuatu
yang tidak fair maka seorang pegawai tersebut akan berusaha
mengembalikan keadilan dengancara yang tidak produktif.
Etika kerja dalam sebuah organisasi adalah norma atau sistem nilai
yang digunakan oleh seluruh organisasi termasuk pimpinan dalam
pelaksanaan kerja sehari-hari. Organisasi yang baik akan memiliki dan
mengamalkan nilai-nilai yaitu kejujuran, keterbukaan, loyalitas kepada
organisasi tersebut, kerjasama yang baik, didiplin dan tanggung jawab.
Etika kerja tersebut akan memperkuat hubungan keadilan terhadap
kepuasan kerja karena kepuasan kerja pegawai dapat tumbuh berawal dari
keadilan dalam sebuah organisasi. Keadilan distributif dan keadilan
prosedural dapat dikatakan sebagai faktor yang mempengaruhi kepuasan
pegawai. Pegawai yang puas memperlihatkan tingkat kehadiran yang
tinggi, kerja sama yang erat, kualitas pelayanan yang baik, kreativitas
dalam mencari metode baru dan lebih produktif bila dibandingkan dengan
pegawai yang tidak puas dengan situasi kerja mereka. Oleh karena itu
etika kerja sebagai variabel moderasi antara keadilan distributif terhadap
kepuasan kerja karena seorang pegawai yang mempunyai etika kerja
tinggi akan lebih bertanggung jawab terhadap organisasinya dan lebih
menikmati pekerjaanya