Aspek-aspek Identitas Diri (skripsi dan tesis)

Adapun apek identitas diri menurut Marcia mencakup 4 konsep
status identitas. Keempat status identitas tersebut (Marcia, 1966) adalah: Achievement Identity
Seorang individu dikatakan telah memiliki identitas, jika
dirinya telah mengalami krisis dan ia dengan penuh tekad mampu
menghadapinya dengan baik. Justru dengan adanya krisis akan
mendorong dirinya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu
menyelesaikannya dengan baik. Walaupun kenyataannya ia harus
mengalami kegagalan, tetapi bukanlah akhir dari upaya untuk
mewujudkan protes dirinya.
b. Foreclosure Identity
Identitas itu ditandai dengan tidak adanya suatu krisis, tetapi
ia memiliki komitmen atau tekad. Sehingga individu seringkali
berangan-angan tentang apa yang ingin dicapai dalam hidupnya,
tetapi seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapainya.
Akibatnya, ketika individu dihadapkan pada masalah realitas,
tidak mampu menghadapi dengan baik. Bahkan kadang-kadang
melakukan mekanisme pertahanan diri seperti ; rasionalisasi,
regresi pembentukan reaksi dan sebagainya.
c. Moratorium Identity
Identitas ini ditandai dengan adanya krisis, tetapi ia tidak
memiliki kemauan kuat (tekad) untuk menyelesaikannya masalah
krisis tersebut. Ada dua kemungkinan tipe individu ini, yaitu: 1) Individu yang menyadari adanya suatu krisis yang
harus diselesaikan, tetapi ia tidak mau
menyelesaikannya, menunjukkan bahwa individu ini
cenderung dikuasai oleh prinsip kesenangan dan
egoism pribadi. Apa yang dilakukan seringkali
menyimpang dan tidak pernah sesuai dengan
masalahnya. Akibatnya, ia mengalami stagnasi
perkembangan, artinya seharusnya ia telah mencapai
tahap perkembangan yang lebih maju, namun karena
ia terus-menerus tidak mau menghadapi atau
menyelesaikan masalahnya, makna ia hanya dalam
tahap itu.
2) Orang yang memang tidak menyadari tugasnya, namun
juga tidak memiliki komitmen. Ada kemungkinan,
faktor sosial, terutama dan orang tua kurang
memberikan rangsangan yang mengarahkan individu
untuk menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya.
d. Diffusion I dentity
Orang tipe ini, yaitu orang mengalami kebingungan dalam
mencapai identitas. Ia tidak memiliki krisis dan juga tidak
memiliki tekad untuk menyelesaikannya (Marcia, 1966). Berdasarkan teori Marcia, Adams mengembangkan dimensi
ideologi dan sosial atau interpersonal kedalam masing-masing
status identitas diri yakni sebagai berikut (Adams, 1998) :
1) Identitas diffusion dengan indikator sebagai berikut:
(a) Ideological identity
(b) Interpersonal identity
2) Identitas foreclosure dengan indikator sebagai berikut:
(a) Ideological identity
(b) Interpersonal identity
3) Identitas moratorium dengan indikator sebagai berikut:
(a) Ideology identity
(b) Interpersonal identity
4) Identity achievement dengan indikator sebagai berikut:
(a) Ideological identity
(b) Interpersonal identity
Berdasarkan penjelasan di atas terdapat aspek identitas diri
yang mencakup empat konsep status identitas. Keempat identitas
tersebut yakni identitas achievement, identitas foreclosure,
identitas moratorium, dan identitas diffusion yang didalamnya
meliputi identitas ideology dan identitas interpersonal