Pengertian Resiliensi (skripsi dan tesis)

Reivich dan Shatte (2000) menyatakan bahwa resiliensi adalah
kemampuan untuk bertahan, beradaptasi terhadap sesuatu yang menekan, mampu
mengatasi dan melalui, serta mampu untuk pulih kembali dari keterpurukan.
Sedangkan Hildayani (2005) menyatakan resiliensi atau ketangguhan adalah suatu
kemampuan yang dimiliki oleh individu dan dengan kemampuan tersebut,
individu mampu bertahan dan berkembang secara sehat serta menjalani kehidupan
secara positif dalam situasi yang kurang menguntungkan dan penuh dengan
tekanan.
Resiliensi adalah kemampuan manusia untuk menghadapi, mengatasi, dan
menjadi kuat atas kesulitan yang dialaminya (Grotberg dalam Dipayanti, 2012).
Menurut Siebert (2005), resiliensi adalah kemampuan untuk mengatasi perubahan
yang mengganggu dengan baik, mempertahankan kesehatan dan energi ketika
berada di bawah kondisi tekanan, bangkit kembali dengan mudah dari suatu
kemunduran, mengatasi kesulitan, merubah gaya hidup dan gaya cara yang lama
tidak mungkin lagi digunakan, dan tidak melakukan semua kemampuan di atas
dengan cara yang disfungsional dan berbahaya. Ahli lainnya mendefinisikan
resiliensi sebagai kemampuan individu untuk bangkit kembali atau kembali dalam
keadaan normal setelah menghadapi kesulitan tertentu, Fraser (dalam Jacqueline L
& Mc Adam, 2006).
Pendapat lainnya mengemukakan bahwa resiliensi dapat dicirikan yang
pertama sebagai kemampuan untuk kembali segera dari pengalaman emosi
negatif, dan yang kedua adaptasi yang fleksibel terhadap permintaan perubahan
dari pengalaman-pengalaman yang penuh tekanan, (Bohanno, 2005; Maddi &
Kosaba, 2005; Tugade & Frederickson, 2004, dalam Sholichatua, 2008).