Pengertian Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)

Sarason (Smet, 1994: 128) yang menyatakan bahwa dukungan
sosial adalah adanya transaksi interpersonal yang ditunjukkan dengan
memberikan bantuan pada individu lain, dimana bantuan itu umumnya
diperoleh dari orang yang berarti bagi individu yang bersangkutan.
Dukungan sosial dapat berupa pemberian infomasi, bantuan tingkah
laku, ataupun materi yang didapat dari hubungan sosial akrab yang
dapat membuat individu merasa diperhatikan, bernilai, dan dicintai.
Rook (Smet Bart, 1994 :130) mendefinisikan dukungan sosial
sebagai salah satu fungsi pertalian sosial yang menggambarkan tingkat
dan kualitas umum dari hubungan interpersonal yang akan melindungi
individu dari konsekuensi stres. Dukungan sosial yang diterima dapat
membuat individu merasa tenang, diperhatikan, timbul rasa percaya diri
dan kompeten. Tersedianya dukungan sosial akan membuat individu
merasa dicintai, dihargai dan menjadi bagian dari kelompok.
Dalam hal ini orang-orang yang merasa memperoleh dukungan
sosial secara emosional merasa lega karena diperhatikan, mendapat
saran atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. Dukungan sosial
merupakan salah satu istilah yang digunakan untuk menerangkan
bagaimana hubungan sosial menyumbang manfaat bagi kesehatan
mental atau kesehatan fisik individu (Smet Bart, 1999: 134). Dukungan
sosial sebagai satu diantara fungsi pertalian atau ikatan sosial. Ikatanikatan sosial menggambarkan tingkat dan kualitas umum dari hubungan
interpersonal.
Dukungan sosial timbul oleh adanya persepsi bahwa terdapat
orang-orang yang akan membantu apabila terjadi suatu keadaan atau
peristiwa yang dipandang akan menimbulkan masalah dan bantuan
tersebut dirasakan dapat menaikkan perasaan positif serta mengangkat
harga diri. Kondisi atau keadaan Psikologis ini dapat mempengaruhi
respon-respon dan perilaku individu sehingga berpengaruh terhadap
kesejahteraan individu secara umum. Dukungan sosial (social suppourt)
sebagai informasi verbal atau non verbal, saran, bantuan yang nyata
atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan
subjek di dalam lingkungan sosialnya atau yang berupa kehadiran dan
hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau
berpengaruh pada tingkah laku penerimanya (Zainuddin Sri Kuntjoro,
2008).
Beberapa pengertian tersebut menunjukkan bahwa segala
sesuatu yang ada di lingkungan dapat menjadi dukungan sosial atau
tidak, tergantung pada sejauh mana individu merasakan hal itu sebagai
dukungan sosial. Setiap informasi apapun dari lingkungan sosial yang
menimbulkan persepsi individu, bahwa individu menerima efek positif,
penegasan, atau bantuan menandakan suatu ungkapan dari adanya
dukungan sosial. Adanya perasaan didukung oleh lingkungan membuat
segala sesuatu menjadi lebih mudah terutama pada waktu menghadapi
peristiwa yang menekan. Orientasi subyektif yang memperlihatkan
bahwa dukungan sosial terdiri atas informasi yang menuntun orang
meyakini bahwa ia diurus dan disayangi.
Dari pengertian-pengertian tersebut di atas dukungan sosial
dapat disimpulkan sebagai kenyamanan, perhatian, penghargaan, atau
bantuan yang diperoleh seseorang dari interaksinya dengan orang lain