Pengertian Sensation Seeking (skripsi dan tesis)

 Wolman (1973) mengartikan sensasi sebagai pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra. Sama halnya dengan Wolman (1973), Coon (2008) mendefinisikan sensasi adalah hasil dari proses alat indera yang merubah informasi (stimuli) menjadi impuls-impuls syaraf dengan “bahasa” yang dimengerti oleh otak. Menurut Wade dan Travis (2007) sensasi adalah proses mendeteksi energi fisik yang dipancarkan atau direfleksikankan oleh objek fisik. Sensasi terjadi saat energi yang terdapat pada lingkungan eksternal atau energi pada tubuh menstimulasi reseptor-reseptor yang ada pada organ indera (Wade & Travis, 2007). Menurut Zuckerman (1971) definisi sensation seeking adalah sebuah trait (sifat) yang ditentukan oleh kebutuhan untuk mencari sensasi dan pengalaman yang bervariasi, baru dan tidak biasa, kompleks juga intens dan keinginan untuk mengambil resiko sosial, legal dan finansial hanya untuk mendapatkan sebuah pengalaman. Istilah sensation digunakan untuk menunjukkan efek sensoris dari stimulus ekternal yang merupakan pendorong utama, seeking digunakan karena sifat ini diekpresikan dengan kegiatan yang aktif, sedangkan sifat dapat didefinisikan sebagai kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu pada banyak situasi.
Arnett (1994) menjelaskan sensation seeking merupakan tingkat keinginan seseorang untuk mendapatkan pengalaman yang baru dan berulang-ulang (intensif) yang dapat dirasakan secara indrawi. GatzkeKopp, Raine, Loeber, Stouthamer-Loeber, Steinhauer (2002) berpendapat bahwa sensation seeking bertujuan untuk mendapatkan kegairahan dan meningkatkan rangsangan yang optimal dan akan cenderung mencari stimulus baru dan luar biasa, bahkan mungkin saja berbahaya bagi orang lain dan yang akan menimbulkan kecemasan dan perasaan tidak menyenangkan. Ersche, Turton, Pradhan, Bullmore, dan Robbins (2010) menyatakan sensation seeking sebagai kebutuhan untuk mencari sensasi secara intens disertai adanya kemauan untuk mengambil resiko demi memiliki pengalaman tersebut.