Faktor-faktor yang mempengaruhi Tourist roles (skripsi dan tesis)

Sebagaimana definisi tourist roles sebagai pola perilaku wisata yang stabil dan
dapat teridentifikasi dengan jelas, maka faktor-faktor yang mempengruhi tourist roles serupa dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku wisata seseorang. Menurut Morley yang dikutip dalam Karti (2008) terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi perilaku wisata, yakni:
Faktor Intrinsik
Perbedaan karakteristik wisatawan merupakan faktor intrinsik yang
mempengaruhi perilaku wisata seseorang seperti jenis kelatnin, besarnya
pengbasilan yang mencenninkan perbedaan status sosial ekonomi, usia, motivasi dan kepribadian. Faktor-faktor intrinsik yang mempengaruhi perilaku wisata yakni:
1. Jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin telah banyak dibahas dalam berbagai penelitian
mengenai perilaku wisata dengan hasil yang beraneka ragam. Salah satunya
adalah penelitian yang dilakukan oleh Pizam et al. (2002) yang menunjukkan
bahwa pria lebih banyak terlibat dalam perilaku wisata yang lebih berisiko
dibandingkan wanita.
2. Penghasilan
Besarnya jumlah penghasilan yang dimiliki mempengaruhi perilaku wisata
seseorang terutama dalam proses pengambilan keputusan dalam berwisata.
Wisatawan akan mempertimbangkan jumlah uang (money budget) serta nilai-nilai
ekonomis yang dapat diperoleh ketika berwisata. Oleh sebab itu, perbedaan
besarnya penghasilan akan mempengaruhi perilaku wisata seseorang (Schiffman
& Kanuk, 2007).
3. Usia
Perbedaan usia mempengaruhi karakteristik individu baik dari segi fisik,
psikososial maupun perkembangan kognitifitya (Papalia, Olds & Feldman, 2007).
Perbedaan usia sangat mempengaruhi kebutuhan wisatawan dalam berwisata.
Contohnya ialah wisatawan usia dewasa muda memiliki kecenderungan besar
untuk melakukan perjalanan wisata dengan tujuan sekedar untuk berpergian
(simply to get away) (Cooper et al., 1998).
4. Motivasi
Motivasi merupakan energi pendorong yang menyebabkan individu melakukan kegiatan wisata. Setiap individu digerakkan oleh motivasi yang berbeda-beda dalam berwisata. Motivasi dalam berwisata terdiri atas motivasi fisik, motivasi budaya, motivasi interpersonal, dan motivasi untuk mendapatkan status dan martabat. Wisatawan yang berbeda mungkin akan mengunjungi objek wisata yang sama, namun mungkin dilatarbelakangi oleh motivasi yang berbeda. Oleh sebab itu motivasi mendorong wisatawan menunjukkan perilaku wisata tertentu (Cooper et al., 1998; Ross, 1998; Mill, 2000).
5. Kepribadian
Sifat (trait) merupakan dimensi kepribadian. Secara teoritis, definisi trait adalah suatu struktur neurofisik yang membimbing individu pada tingkah laku adaptif dan ekspresif. Perbedaan trait menjadikan individu memiliki perilaku yang berbeda, termasuk dalam berwisata.
Faktor Ekstrinsik
Faktor di luar karakteristik wisatawan yang mempengaruhi pelaksanaan
perjalanan wisata merupakan faktor ekstrinsik yang turut mempengaruhi perilaku wisata. Faktor tersebut antara lain adalah objek wisata, promosi, atribut pariwisata, transportasi, dan yang turut berperan dalam industri pariwisata baik secara langsung maupun tidak langsung.