Teori Of Reasoned Action (skripsi dan tesis)

 Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Ajzen pada tahun 1980. Teori of Reasoned Action berasumsi bahwa manusia berperilaku dengan cara yang sadar dan mempertimbangkan segala informasi yang tersedia. Menurut Fishbein dan Ajzen (1975) dalam Jogiyanto (2007), sikap adalah jumlah dari afeksi (perasaan) yang dirasakan seseorang untuk menerima atau menolak suatu obyek atau perilaku dan dapat diukur dengan suatu prosedur yang menempatkan individual pada skala evaluative dua kutub, contohnya   baik atau jelek, menerima atau menolak dan sebagainya. Selanjutnya norma-norma subyektif didefinisikan sebagai persepsi atau pandangan seseorang terhadap kepercayaan-kepercayaan orang lain yang akan mempengaruhi niat untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang sedang dipertimbangkan(Jogiyanto, 2007).
 Teori of reasoned action berusaha untuk menetapkan faktor-faktor apa yang dapat menentukan konsistensi sikap dan perilaku. Teori ini berasumsi bahwa orang yang berperilaku secara cukup rasional. Didalam teori of reasoned action atau teori tindakan beralasan mempunyai tiga langkah, yaitu: 1. Model teori ini memprediksi perilaku seseorang dari maksudnya. 2. Maksud perilaku dapat diprediksi dari dua variabel utama yaitu sikap seseorang terhadap perilaku dan mengenai persepsinya tentang apa yang seharusnya orang lain. 3. Sikap terhadap perilaku dapat diprediksi dengan menggunakan kerangka nilai-harapan yang telah diperkenalkan. Dalam perspektif model teori tindakan beralasan, norma subjektif merupakan sesuatu yang berkenaan dengan dasar perilaku yang merupakan fungsi dari keyakinan-keyakinan normatif dan keinginan untuk mengikuti keyakinan-keyakinan normatif itu sendiri.Norma subjektif menggambarkan persepsi individu tentang harapan-harapan orang-orang lain yang dianggapnya penting terhadap seharusnya ia berperilaku. Teori tindakan beralasan mengemukakan bahwa yang menebabkan timbulnya suatu perilaku bukan sikap,tetapi niat untuk melaksanakan perilaku itu sendiri. Niat adalah pengambilan keputusan seseorang untuk melaksanakan suatu perilaku. Pengambilan keputusan oleh seseorang untuk melaksanakan suatu perilaku merupakan suatu hasil dari proses berpikir yang bersifat rasional. Menurut Gibbon et al(1998), proses berpikir yang bersifat rasional berarti bahwa dalam setiap perilaku yang bersifat sukarela maka akan terjadi proses perencanaan pengambilan keputusan yang secara kongkret diwujudkan dalam niat untuk melaksanakan suatu perilaku