Kewirausahaan (skripsi dan tesis)

Menurut Hendro (2011:29), kewirausahaan adalah padanan kata dari
entrepreneurship dalam bahasa inggris, unternehmer dalam bahasa jerman,
ondernamen dalam bahasa Belanda. Sedangkan di Indonesia diberi nama
kewirausahaan. Kata entrepreneur berasal dari bahasa Perancis, yaitu entreprende
yang berarti petualang. Pengambil risiko, kontraktor, pengusaha (orang yang
mengusahakan suatu pekerjaan tertentu), dan pencipta yang menjual hasil
ciptaannya. Dengan sendirinya kreativitas dan inovasi merupakan suatu hal yang esensial bagi setiap pelaku dalam kewirausahaan di mana setiap proses
perkembangan usaha mulai dari tahap awal sampai pada tahap penurunan
dibutuhkan pemikiran kreatif dan inovatif.
Pengertian kewirausahaan (wirausahaship) adalah kemampuan kreatif dan
inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang
menuju sukses. (Suryana, 2009:2). Menurut Sukirno (2004:369), definisi dan
pandangan terhadap kewirausahaan banyak dipengaruhi oleh pertimbangan
ekonomi, psikologi dan sosiologi. Seseorang yang bertekad untuk berkecimpung di bidang perusahaan dapat didorong oleh keinginan sendiri (psikologi) yang didasarkan oleh bentuk dan cara berfikir. Keputusan seseorang untuk berdagang juga didasarkan oleh kebutuhan ekonomi dan karena adanya masyarakat di sekelilingnya yang menjadi potensi langganannya. Berikut adalah pandangan- pandangan tentang kewirausahaan mengikut perspektif yang berbeda yaitu menurut bidang ekonomi, psikologi, dan sosiologi.
1. Perspektif Kewirausahaan Bidang Ekonomi
Dari sudut pandang bidang ekonomi, kewirausahaan adalah sebagian dari
input atau faktor produksi selain bahan mentah, tanah dan modal. Biaya
untuk bahan mentah ialah harga, biaya untuk tanah ialah sewa dan biaya
untuk modal ialah bunga. Untuk seorang wirausaha ganjarannya (nilai atau
perolehan) adalah keuntungan. Keuntungan adalah ganti rugi yang dibayar
karena resiko yang diambil oleh seorang wirausaha.
2. Perspektif Kewirausahaan Bidang Psikologi
Di dalam bidang psikologi, sifat kewirausahaan dikaitkan dengan perilaku
diri yang lebih cenderung kepada fokus dari dalam diri (di mana
keberhasilan dicapai dari hasil kekuatan dan usaha diri, bukannya karena
faktor nasib). Ini termasuk sifat-sifat pribadi seperti tekun, rajin, inovatif,
kreatif, dan semangat yang terus menerus berkembang untuk bersikap
independen.
3. Perspektif Kewirausahaan Bidang Sosiologi
Seorang wirausaha dari sudut pandang pengkaji sosial ialah seorang
oportunis yang pandai mengambil peluang dan kesempatan yang ada dalam
lingkungannya. Seorang wirausaha adalah orang yang pandai bergaul,
mempengaruhi masyarakat untuk meyakinkan bahwa apa yang ditawarkan
olehnya sangat berguna untuk masyarakat.
Suryana (2009:30) menjelaskan seorang wirausaha selalu berprinsip bahwa
semua yang dilakukan merupakan usaha optimal untuk menghasilkan nilai
maksimal. Ciri-ciri umum kewirausahaan:
1. Memiliki perspektif kedepan, sukses adalah sebuah perjalanan bukan tujuan,
setiap saat mencapai target sasaran atau impian maka segeralah membuat
impian-impian baru yang dapat memacu serta memberi semangat dan
antusiasme kepada kita untuk mencapainya.
2. Memiliki kreativitas tinggi, seorang wirausaha dibutuhkan daya kreasi dan
inovasi yang lebih.
3. Memiliki sifat inovasi tinggi, seorang wirausaha harus dapat
menerjemahkan mimpi-mimpinya menjadi inovasi untuk mengembangkan
bisnisnya.
4. Memiliki keberanian menghadapi resiko, seorang wirausaha sejati mampu
melihat sesuatu dalam perspektif atau dimensi yang berlainan pada satu
waktu.
5. Memiliki jiwa kepemimpinan, seorang wirausaha sejati mampu melihat
sesuatu dalam perspektif atau dimensi yang berlainan pada satu waktu.
Bahkan ia juga harus mampu melakukan beberapa hal sekaligus dalam satu
waktu.
6. Memiliki jiwa kepemimpinan, seorang wirausaha harus memiliki
kemampuan dan semangat untuk mengembangkan orang-orang
disekelilingnya.
7. Memiliki kemampuan personal
Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan
mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen (Suryana, 2009:13)
Kewirausahaan merupakan sebuah alat dari pandangan hidup seseorang
yang menginginkan adanya kebebasan dalam ekonomi untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan menggunakan sumber daya yang ada. Untuk mencapai itu tentunya harus pandai memanfaatkan peluang-peluang melalui kesempatan bisnis, kemampuan manajemen pengambilan resiko yang tepat mencapai kesempatan, dan melalui kemampuan komunikasi dan keahlian manajemen dalam menggerakkan manusia, keuangan dan sumber daya materi untuk menghasilkan proyek dengan baik (Ranto, 2007:21).
Menurut Basrowi (2014:3), kegiatan-kegiatan yang bersifat kewirausahaaan
adalah sebagai berikut:
1. Menghasilkan produk baru dengan cara-cara yang baru;
2. Menemukan peluang pasar baru dengan menghasilkan produk baru;
3. Mengkombinasikan faktor-faktor produksi dengan cara baru;
4. Menciptakan struktur organisasi yang bersifat terbuka dan disentralistis;
5. Mendukung budaya yang mendorong eksperimen yang kreatif;
6. Mendorong perilaku eksperimental;
7. Mengedarkan cerita keberhasilan;
8. Menitikberatkan kepada peran;
9. Toleransi terhadap kegagalan;
10. Menitikberatkan kepada komunikasi yang efektif untuk semua tingkan;
11. Menyediakan sumber dana untuk prakarsa baru;
12. Menjamin tidak akan membunuh gagasan.
Yuwono (2008) menyatakan bahwa kewirausahaan adalah rasa
ketertarikan seseorang untuk melakukan kegiatan usaha yang mandiri dengan
keberanian mengambil resiko. Steinhoff dan Burgess dalam Suryana (2009:55)
menyatakan bahwa ada tujuh alasan mengapa seseorang berminat terhadap
kegiatan kewirausahaan, yakni:
1. Ingin memiliki penghasilan yang tinggi.
2. Ingin memiliki karier yang memuaskan.
3. Ingin bisa mengarahkan diri sendiri/tidak diatur oleh orang lain.
4. Ingin meningkatkan prestise diri sebagai pemilik bisnis.
5. Ingin menjalankan ide atau konsep yang dimiliki secara bebas.
6. Ingin memiliki kesejahteraan hidup dalam jangka panjang.
7. Ingin menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan