Tingkatan dan Bentuk Stress (skripsi dan tesis)

Tingkatan dan bentuk stress menurut priyoto (2014:8-9) tingkatan stres yaitu :
1) Stress ringan
Stress ringan adalah stressor yang dihadapi setiap orang secara
teratur, seperti terlalu banyak tidur, kemacetan lalu lintas, kritikan dari
atasan. Situasi ini biasanya berlangsung beberapa menit atau jam. Stressor
ringan biasanya tidak disertai timbulnya gejala. Ciri-ciri yaitu semangat
meningkat, penglihatan tajam, energi meningkat namun cadangan
energinya menurun, kemampuan menyelesaikan pelajaran meningkat,
sering terasa letih tanpa sebab, kadang-kadang terdapat gangguan system
seperti pencernaan, otot, perasaan tidak santai. Stress yang ringan berguna
karena dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih
tangguh menghadapi tantangan hidup.
2) Stress sedang
Berlangsung lebih lama dari beberapa jam sampai beberapa hari.
Situasi perselisihan yang tidak terselesaikan dengan rekan, anak yang sakit
atau ketidakhadiran yang lama dari anggota keluarga merupakan penyebab
stress. Ciri-cirinya yaitu sakit perut, mulas, otot-otot terasa tegang,
perasaan tegang, gangguan tidur dan badan terasa ringan.
3) Stress berat
Adalah situasi yang lama dirasakan oleh seseorang dapat
berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan, seperti perselisihan
perkawinan secara terus menerus, kesulitan financial yang berlangsung
lama karena tidak ada perbaikan, berpisah dengan keluarga, mempunyai
penyakit kronis dan termasuk perubahan fisik, psikologis, social pada usia
lanjut. Makin sering dan makin lama situasi stress, makin tinggi resiko
kesehatan yang ditimbulkan. Stress yang berkepanjangan dapat
mempengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan tugas perkembangan.
Ciri-cirinya sulit beraktivitas, gangguan hubungan social, sulit tidur,
negativistik, penurunan konsentasi, keletihan meningkat, tidak mampu
melakukan pekerjaan sederhana, gangguan system dan perasaan takut
meningkat.
Pada buku Colbert (2011) ada tingkatan stress berdasarkan stadiumnya:
1. stadium 1: reaksi peringatan
Ketika kita tiba-tiba mengalami stress, misalnya saat mengalami
kecelakaan lalulintas, menjadi korban kejahatan sadis atau dari faktor
lainnya reaksi tersebut pada umumnya dapat menyebabkan melonjaknya
sekresi hormone adrenalin dalam jangka waktu singkat.
2. stadium 2: resistensi
Seseorang dengan stadium ini berusaha beradaptasi dengan situasi
negative yang terjadi. Tubuhnya tidak merespon melawan atau lari tetapi
menunjukan reaksi yang mengelola situasi negative tersebut secara
berhasil dan tubuhnya akan terus berlanjut menghasilkan hormone stress
yaitu hormone kortisol.
3. stadium 3: kepayahan
Pada stadium ini tubuh mulai rontok dan meningkat secara drastis
resiko terkena penyakit kronis. Stadium ini menunjukan secara teknis
merujuk kepada terjadinya kepayahan kelenjar adrenalis. Kelenjar
adrenalis biasanya menyebabkan gangguan psikis, ganguan mental, fisik,
dan emosional pada setiap organ serta system dalam tubuh akan
terpengaruhi (Colbert, 2011:20-27)