Tahapan stress (skripsi dan tesis)

Gejala-gejala pada diri seseorang seringkali tidak disadari karena
perjalanan awal tahapan stress timbul secara lambat. Dan baru dirasakan
bilaman tahapan stress timbul dan mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari
baik di rumah, di tempat kerja ataupun di pergaulan lingkungan sosialnya.
Dalam penelitiannya membagi tahapan-tahapan stress sebagai berikut:
1. Stress Tahap 1
Tahapan ini merupakan tahapan stress yang paling ringan, dan
biasanya disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut:
a) Semangat bekerja besar, berlebihan (over acting)
b) Pengelihatan tajam tidak sebagaimana biasanya
c) Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun
tanpa disadari cadangan energy di habiskan (all out) disertai rasa gugup
yang berlebihan.
d) Merasa senang dengan pekeriaanya itu dan semakin bertambah
semangat, namun tanpa disadari cadangan energi semakin tipis.
2. Stress tahap 2
Dalam tahapan ini dampak stress yang semula “menyenangkan”
sebagaimana diuraikan pada tahap I diatas mulai menghilang, dan timbul
keluhan yang timbut akibat energy tidak cukup sepanjang hari karena
tidak ada waktu uatuk istirahat. Keluhan-keluhan yang sedang
dikemukakan oleh seseorang yang berada pada stress tahap II adalah:
a) Merasa letih sewaktu bangun pagi, yang seharusnya merasa segar
b) Merasa mudah lelah sesudah makan siang
c) Lekas merasa capai menjelang sore hari
d) Sering mengeluh lambung atau perut tidak nyaman
e) Detakan jantung lebih keras dari biasanya (berdebar-debar)
f) Otot-otot punggung dan tengkuk terasa tegang
g) Tidak bisa santai (marah-marah)
3. Stress Tahap 3
Bila seseorang itu tetap memaksa diri dalarn pekerjaannya tanpa
menghiraukan keluhan-keluhan sebagaimana diuraikan pada stres tahap II
tersebut di atas, maka yang bersangkutan akan menunjukkan keluhankeluhan yang semakin nyata dan mengganggu yaitu:
a) Gangguan lambung dan usus semakin nyata
b) Ketegangan otot semakin terasa
c) Perasaan ketidaktenangan dan ketegangan emosional semakin
meningkat
d) Gangguan pola tidur (insomnia)
e) Koordinasi tubuh terganggu (badan terasa oyong dan serasa mau
pingsan).
f) pelampiasan diri pada orang lain atau keluarga
4. Stress tahap 4
Gejala stress tahap IV akan muncul:
a) Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat sulit
b) Aktivitas pekerjaan yang semula menyenangkan dan mudah
diselesaikan menjadi membosankan dan terasa amat sulit.
c) Yang semula tanggap terhadap situasi menjadi kehilangan
kemampuan untuk merespon secara memadai
d) Tidak mampu melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari
e) Gangguan pola tidur
f) Daya konsentrasi dan daya ingatan menurun
g) Timbul perasaan ketakutan dan cemas yang tidak dapat dijelaskan
penyebabnya
5. Stress tahap 5
Keadaan lebih lanjut, maka seseorang itu akan jatuh dalam stress
tahap lima yang ditandai dengan hal-hal berikut :
a) kelelahan fisik dan mental yang semakin dalam
b) ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari yang
ringan dan sederhana
c) Gangguan system pencernaan semakin berat (mules, maag, dll)
d) Timbul perasaan ketakuran dan kecemasan yang semakin meningkat,
ditambah mudah bingung dan panik.
6. Stress tahap 6
Tahap ini merupakan tahap akhir atau klimaks, seseorang
mengalami serangan panik (panic attack) dan perasaan takut mati. Tidak
jarang orang yang mengalami stress tahap 6 ini berulang kali di bawah ke
unit gawt darurat bahkan ICCU, meskipun di pulangkan karena tidak
ditemukan kelainan fisik pada organ tubuh. Di tandai dengan sebagai
berikut :
a) Debaran jantung teramat keras
b) Susah bernafas (sesak dan megap-megap)
c) Sekujur badan gemetar, dingin dan keringat bercucuran
d) Ketiadaan tenaga untuk hal-hal yang ringan
e) Pingsan atau kolaps (Priyoto, 2014:6-8)