Dampak Stres (skripsi dan tesis)

Stress dapat berpengaruh buruk terhadap otak dan perilaku, gangguan
ini menyebabkan ketidakseimbangan kimiawi di dalam tubuh dan
menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya, selain itu stress juga akan
berdampak pada memori, focus, dan konsentrasi biasanya cendrung membuat
seseorang tidak bisa tenang dan banyak marah (Aizid, 2015:20).
Dampak stress dibedakan dalam 3 kategori, yaitu :
1) Dampak fisiologi
Gangguan pada organ tubuh menjadi hiperaktif dalam salah satu
system tertentu. Contohnya : muscle myopathy pada otot tertentu
mengencang / melemah, tekanan darah naik terjadi kerusakan jantung
dan arteri, system pencernaan terjadi maag, diare. Gangguan pada system
reproduksi. Seperti : amenorrhea / tertahannya menstruasi, kegagalan
ovulasi pada wanita, impoten pada pria, kurang produksi semen pada pria,
kehilangan gairah seks. Dapat terganggunya sekresi hormone seksual.
Peningkatan sekresi kortisol berkaitan dengan menurunnya kadar
progesterone dan testosterone. Selama menderita stress kronis,
progesterone diubah menjadi kortisol, yang dapat menyebabkan
terjadinya defisiensi progesterone. Hal ini berakibat timbulnya gangguan
siklus menstruasi dan PMS. Gangguan pada system pernafasan : asma,
bronchitis. Gangguan lainnya, seperti pening (migrane), tegang otot,
jerawat, dan rasa bosan.
2) Dampak psikologi
a) Kelebihan emosi, jenuh, mudah menangis, frustasi, kecemasan, rasa
bersalah, khawatir berlebihan, marah, benci, sedih, cemburu, rasa
kasihan pada diri sendiri, serta rasa rendah diri.
b) Terjadi deporsonalisasi dalam keadaan stress berkepanjangan, seiring
dengan keletihan emosi, ada kecenderungan yang
30
c) Pencapaian pribadi yang bersangkutan menurun, sehingga berakibat
pula menurunnya rasa kompeten dan rasa sukses.
3) Dampak perilaku
a) Manakala stress menjadi distress, prestasi belajar menurun dan sering
terjadi tingkah laku yang tidak diterima oleh masyarakat.
b) Level stress yang cukup tinggi berdampak negative pada kemampuan
mengingat informasi, mengambil keputusan, mengambil langkah
tepat.
c) Stress yang berat seringkali banyak membolos atau tidak aktif
mengikuti kegiatan pembelajaran (Priyoto, 2014:9-10)