Strategi Manajemen Laba (skripsi dan tesis)

Menurut Subramanyam dan Wild John (2012:131), terdapat tiga jenis strategi
manajemen laba, yaitu:
1. Manajer meningkatkan laba (increasing income)
Salah satu strategi manajemen laba adalah meningkatkan laba yang dilaporkan pada periode kini untuk membuat perusahaan dipandang lebih baik. Cara ini juga memungkinkan peningkatan laba selama beberapa periode. Pada skenario pertumbuhan, akrual pembalik lebih kecil dibandingkan akrual kini, sehingga dapat meningkatkan laba. Kasus yang terjadi adalah perusahaan dapat melaporkan laba yang lebih tinggi berdasarkan manajemen laba yang agresif sepanjang periode waktu yang panjang.
2. Big Bath
Strategi big bath dilakukan melalui penghapusan (write-off) sebanyak
mungkin pada satu periode. Periode yang dipilih biasanya periode dengan
kinerja yang buruk (seringkali pada masa resesi dimana perusahaan lain juga
melaporkan laba yang buruk) atau peristiwa saat terjadi suatu kejadian yang
tidak biasa seperti perubahan manajemen, merger atau restrukturisasi. Strategi big bath juga sering kali dilakukan setelah strategi peningkatan laba pada periode sebelumnya. Oleh karena sifat big bath yang tidak bisa dan tidak
berulang, pemakai cenderung tidak memperhatikan dampak keuangannya. Hal ini memberikan kesempatan untuk menghapus semua dosa masa lalu dan
memberikan kesempatan untuk meningkatkan laba dimasa depan.
3. Perataan laba
Perataan laba merupakan bentuk umum manajemen laba. Pada strategi ini,
manajer meningkatkan atau menurunkan laba yang dilaporkan untuk
mengurangi fluktuasinya. Perataan laba juga mencakup tidak melaporkan
bagian laba pada periode baik dengan menciptakan cadangan atau “bank” laba
dan kemudian melaporkan laba ini saat periode buruk. Banyak perusahaan
menggunakan bentuk manajemen laba ini.