Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Manajemen Laba (skripsi dan tesis)

Struktur kepemilikan manajerial adalah persentase saham yang dimiliki oleh
direktur dan komisaris. Kepemilikan manajerial merupakan salah satu mekanisme pengendalian yang dapat dilakukan oleh pemegang saham untuk dapat mengurangi manajemen laba.
Rimi dan Deasy (2015) menyatakan bahwa:
“The purpose of corporate governance is to create added value for all
stakeholders. If Corporate Governance in managerial ownership, can run
well, it can improve the success of the business and corporate accountability,
then the possibility of Earnings Management to provide personal gain will be
very small.”
Berdasarkan dengan pernyataan di atas sampai pada pemahaman penulis
bahwa tatakelola perusahaan adalah untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan. Jika tatakelola perusahaan dalam kepemilikan manajerial dapat berjalan dengan baik, maka dapat meningkatkan keberhasilan dan akuntabilitas perusahaan, lalu kemungkinan untuk melakukan manajemen laba untuk kepentingan
pribadi akan sangat kecil.
Menurut Starga, Vince dan Kamaliah (2014) bahwa:
“Dengan adanya kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajer maka
manajer akan bertindak selaras dengan kepentingan pemegang saham
sehingga dapat memperkecil perilaku oportunis manajer”.
Riske Meitha dan P.Basuki (2013) menyatakan bahwa:
“Jika kepentingan manajer dan pemilik dapat disejajarkan, mereka tidak akan
termotivasi untuk memanipulasi informasi atau melakukan manajemen laba
sehingga kualitas informasi laba dapat meningkat”.
Pandangan alignment effect dalam Riske Meitha dan P.Basuki (2013) yang
menyatakan bahwa penyatuan kepentingan antara manajer dan pemilik dapat dicapai dengan memberikan kepemilikan saham kepada manajer. Jika manajer memiliki saham di perusahaan, mereka akan memiliki kepentingan yang cenderung sama dengan pemegang saham lainnya. Manajer yang merangkap sebagai pemegang saham atau pemilik cenderung untuk tidak melakukan manajemen laba. Manajer yang berperan sebagai pemegang saham akan menghindari penyusunan laporan keuangan yang tidak benar karena mereka berperan pula sebagai investor dan pengawas perusahaan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Restu Agusti dan Tyas Pramesti (2009),
Veliandina Chivan Naftalia (2013) dan I Dewa Gede Pingga Mahariana dan I Wayan Ramantha (2014) menyatakan bahwa kepemilikan manajerial mempunyai hubungan negatif dengan manajemen laba