Motivasi Manajemen Laba (skripsi dan tesis)

Subramanyam dan Wild John (2012:132) mengemukakan beberapa motivasi
terjadinya manajemen laba:
1. Insentif Perjanjian
Banyak perjanjian yang menggunakan angka akuntansi. Misalnya perjanjian
kompensasi manajer yang biasanya mencakup bonus berdasarkan laba.
Perjanjian bonus biasanya memiliki batas atas dan batas bawah, artinya
manajer tidak mendapatkan bonus jika lebih rendah dari batas bawah dan
tidak mendapatkan bonus tambahan saat laba lebih tinggi dari batas atas.
2. Dampak Harga Saham
Manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikan harga saham perusahaan
sementara sepanjang satu kejadian tertentu seperti merger yang akan
dilakukan atau penawaran surat berharga, atau rencana untuk menjual saham
atau melaksanakan opsi. Manajer juga melakukan perataan laba untuk
menurunkan persepsi pasar akan resiko dan menurunkan biaya modal. Salah
satu insentif manajemen laba yang terkait lainya adalah untuk melampaui
ekspektasi pasar.
3. Insentif lain
Laba seringkali diturunkan untuk menghindari biaya politik dan penelitian
yang dilakukan badan pemerintah, misalnya untuk ketaatan undang-undang
anti monopoli dan IRS. Selain itu perusahaan dapat menurunkan laba untuk
memperoleh keuntungan dari pemerintah, misalnya subsidi atau proteksi dari
pesaing asing. Perusahaan juga menurunkan laba untuk mengelakan
permintaan serikat buruh. Salah satu insentif manajemen laba lainya adalah
perubahan manajemen yang sering menyebabkan big bath. Alasannya terjadi
big bath adalah melemparkan kesalahan kepada manajer yang berwewenang
sebagai tanda bahwa manajer baru harus membuat keputusan tegas untuk
memperbaiki perusahaan, dan yang terpenting adalah memberikan
kemungkinan dilakukannya peningkatan laba dimasa depan.