Impulsive Buying Intention (skripsi dan tesis)

 Sebelum berperilaku, seseorang seringkali mengembangkan keinginan berperilaku berdasar kemungkinan tindakan yang akan dilakukan. Keinginan berperilaku (behavioral intentions) dapat didefinisikan sebagai keinginan konsumen untuk berperilaku menurut cara tertentu dalam rangka memiliki, membuang, dan menggunakan produk atau jasa. Dengan kata lain, konsumen dapat membentuk keinginan untuk mencari informasi, memberitahukan orang lain tentang pengalamannya menggunakan produk, membeli produk atau jasa tertentu, bahkan membuang produk dengan cara tertentu (Mowen dan Minor, 2002). Buying intention / purchase intention (niat beli) merupakan gambaran bagaimana seseorang berpikir tentang suatu produk dan apa yang pertama ada di dalam pikirannya ketika mendengar produk tersebut (Rizwan et al., 2013).
Menurut Fishbein dan Ajzen (1975) dalam Lin dan Lin (2007), niat beli adalah kecenderungan subyektif yang dimiliki konsumen terhadap produk tertentu dan telah terbukti menjadi faktor kunci dalam memprediksi perilaku konsumen. Secara umum, niat beli dan perilaku pembelian diketahui memiliki pengaruh positif dan signifikan, namun kekuatan hubungan di antara keduanya tidak konsisten dari satu penelitian ke penelitian yang lain. 10 Schiffman dan Kanuk (2008) dalam Setyarini (2015) mengatakan niat dapat menjadi sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas atau tindakan. Niat beli merupakan aktivitas psikis yang timbul karena adanya perasaan (afektif) dan pikiran (kognitif) terhadap suatu barang atau jasa yang diinginkan. Meskipun begitu, keinginan dapat dan berubah sepanjang waktu. Semakin lama tenggang waktu pengaruh diberikan, semakin banyak lingkungan yang tidak terantisipasi dapat terjadi (seperti eksposur pada strategi pemasaran perusahaan pesaing) dan dapat mengubah keinginan pembelian awal konsumen (Peter dan Olson, 2000: 153). Menurut Setyarini (2015), niat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran yang membentuk suatu persepsi. Niat beli menciptakan suatu motivasi yang terus terekam dalam benak konsumen dan akan menjadi suatu keinginan yang kuat dan pada akhirnya ketika seorang konsumen harus memenuhi kebutuhannya tersebut, ia akan mengaktualisasikan apa yang ada dalam benaknya tersebut