Consumer’s excitement (skripsi dan tesis)

Perilaku pembelian impulsif ditandai dengan adanya kebutuhan untuk bersenang-senang juga mencoba sesuatu yang baru. Bagi sebagian orang, kegiatan berbelanja merupakan bentuk reward atau hadiah untuk diri sendiri dan tidak ada manfaat yang dihasilkan dari pembelian tersebut. Pembelian impulsif dilakukan untuk memuaskan hasrat hedonis dan menciptakan kesenangan serta kegembiraan (Harmancioglu et al., 2009). Menurut Wijoyo (2013), excitement merupakan keinginan konsumen untuk mencari kegembiraan atau kesenangan ketika berbelanja. Excitement juga dapat dikatakan sebagai suatu perasaan emosional positif dan dapat menjadi faktor yang meningkatkan niat beli seseorang karena perasaan senang yang ditimbulkan pada saat berbelanja.
 Hausman (2000) juga mengatakan bahwa pengalaman berbelanja dapat mendorong suatu emosi positif seperti meningkatkan suasana hati dan semangat. Menurut Harmancioglu et al. (2009), konsumen dikatakan memiliki excitement dalam berbelanja apabila mementingkan kegembiraan atau kesenangan, menuruti kehendak pribadi dan memiliki semangat saat berbelanja. Hasrat dan keinginan konsumen untuk mendapatkan kegembiraan telah mendorong konsumen untuk memiliki niat dan melakukan pembelian impulsif pada produk baru. Konsumen yang lebih responsif terhadap afeksi daripada kognitif (lebih peka terhadap emosi dan perasaan) diketahui memiliki dorongan yang kuat untuk segera membeli dan terlibat dalam pembelian impulsif. Konsumen wanita yang merasa lebih gembira, antusias, bahagia, dan terinspirasi dengan kegiatan berbelanja lebih mungkin melakukan pembelian yang tidak direncanakan (Saad dan Metawie, 2015).