Self Compassion (skripsi dan tesis)

Self compassion  merupakan konsep baru yang dipelajari oleh dunia barat, yang diambil dari filosofi ajaran Budha tentang cara mengasihi diri sendiri layaknya rasa kasihan kita ketika melihat orang lain mengalami kesulitan (Neff, 2003b; Hidayati & Maharani, 2013). Lebih lanjut Hidayati dan Maharani (2013) menjelaskan bahwa konsep tentang self compassion muncul karena adanya kritik terhadap konsep-konsep yang telah berkembang sebelumnya, seperti
self esteem, self efficacy, atau self regulation , yang
cenderung mengedepankan tentang prestasi diri atas perbandingan dengan orang lain. Konsep -konsep tersebut berbeda dengan self compassion
yang mengembangkan rasa cinta kasih terhadap diri sendiri dan orang lain (Neff, 2003b). Self compassion berbeda dengan konsep self esteem
(Neff , Kirkpatrick, & Rude , 2007a). Secara umum, self-compassion
berhubungan dengan keterbukaan dan pemahaman terhadap orang lain. Individu yang mempunyai self compassion tinggi mempunyai ciri :
(1) mampu menerima diri sendiri baik itu kelebihan maupun kelemahannya; (2) mampu menerima kesalahan atau kegagalan sebagai sebuah hal umum yang
juga dialami oleh orang lain; dan (3) mempunyai kesadaran tentang ketertubungan antara segala sesuatu (Hidayati & Maharani, 2013).
Menurut Neff (2003b) self-compassion merupakan kebaikan hati dan pemahaman yang timbul dari diri individu dengan melibatkan
perilaku yang sama terhadap diri sendiri ketika sedang dalam kesulitan, kegagalan, atau mengingat suatu hal yang tidak kita sukai
tentang diri kita sendiri. Sedangkan menurut Hidayati dan Maharani (2013)
compassion merupakan kombinasi antara motivasi, afek
si, kognisi dan perilaku yang menunjukkan
kasih sayang dalam rangka memunculkan keinginan untuk menghilangkan kesulitan dan penderitaan, dimana kasih sayang tersebut ditujukan kepada dirinya sendiri. Lebih lanjut dijelaskan bahwa
self compassion berbeda dengan self pityatau mengasihani diri sendiri,
karena mengasihani diri sendiri sebenarnya adalah sebuah kondisi dimana individu yang bersangkutan menolak penderitaan dan cenderung menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang dilakukannya