Penggunaan “wawancara” sebagai alat seleksi (skripsi dan tesis)

Wawancara merupakan sebuah metode yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian dan seleksi dengan membuat serangkaian pertanyaan yang dijawab oleh responden. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa pilihan wawancara yang bisa digunakan saat melakukan seleksi  (Iles, 1999). Kelebihan penggunaan wawancara sebagai alat seleksi adalah wawancara memiliki tingkat fleksibilitas tinggi sehingga dapat diterapkan baik terhadap para calon karyawan manajerial atau operasional, berketerampilan tinggi atau rendah, maupun staf.  Dalam hal lain, wawancara sebagai alat seleksi memungkinkan pertukaran informasi dua arah : pewawancara mempelajari pelamar, dan sebaliknya pelamar mempelajari perusahaan. Sebaliknya, wawancara sebagai alat seleksi mempunyai dua kelemahan utama  yaitu mengenai reliabilitas dan validitas. Penilaian si pewawancara menjadi satu-satunya alat untuk menilai respon si subjek sehingga seringkali memiliki bias subjektif dari pewawancara itu sendiri.

Namun demikian para pengusaha masih memandang wawancara sebagai alat seleksi yang penting  karena informasi yang dapat di gali dari calon karyawan lebih mendetail dibandingkan dengan alat tes dalam seleksi karyawan. Untuk memberikan efisiensi penggunaan wawancara dalam seleksi pekerjaan maka harus diperhatikan pelaksanaan yang tepat (dimana si pewawancara harus memiliki kemampuan yang dapat menunjang penilaian respon subjek dengan tepat, menghindarkan bias selama wawancara dan meminimalkan penilaian yang subjektif). Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan si pewawancara dalam melakukan wawancara dalam kondisi yang fleksibilitas sehingga data dapat tergali dengan baik dari si calon karyawan.